Showing posts with label Islam. Show all posts
Showing posts with label Islam. Show all posts

Sunday, April 14, 2013

RANGKUMAN NASEHAT UNTUK SESAMA SAUDARAKU UMAT ISLAM


NASEHAT KEPADA SAUDARAKU UMAT ISLAM AGAR TIDAK BERDEBAT DAN MENDEBAT UMAT YANG LAIN HANYA SEKEDAR UNTUK KESENANGAN, APALAGI DENGAN SALING CACI MAKI, WALAUPUN HANYA SEKEDAR MEMBALAS HUJATAN

Berdakwalah dengan cara yang baik dan penuh hikmat, hindarilah orang-orang yang hanya menjadikan agama sebagai bahan olok-olokan, atau balaslah yang setimpal tetapi tetap dengan cara yang sebaik-baiknya.


RASULULLAH SAW, PERNAH MEMERINTAHKAN HASSAN UNTUK MEMBALAS CACIAN KAUM KAFIR, DENGAN KEPANDAIAN SYAIRNYA, UNTUK MEMBELA NAMA BAIK BELIAU.

RASULULLAH SAW BAHKAN LALU MENDOAKAN HASSAN AGAR ALLAH SWT MEMPERKUATNYA DENGAN BANTUAN RUHUL KHUDUS (MALAIKAT JIBRIL)

Musnad Ahmad 17930:

مسند أحمد ١٧٩٣٠: حَدَّثَنَا حُسَيْنٌ حَدَّثَنَا إِسْرَائِيلُ عَن أَبِي إِسْحَاقَ عَنِ الْبَرَاءِأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ يَا حَسَّانُ اهْجُ الْمُشْرِكِينَ فَإِنَّ جِبْرِيلَ مَعَكَ أَوْ إِنَّ رُوحَ الْقُدُسِ مَعَكَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Wahai Hassan, cacilah kaum Musyrikin (dengan sya'irmu), sesungguhnya Jibril bersamamu atau Ruhul Qudus bersamamu."

Musnad Ahmad 23300:

مسند أحمد ٢٣٣٠٠: حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ دَاوُدَ حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي الزِّنَادِ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عُرْوَةَ عَنْ عَائِشَةَأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَضَعَ لِحَسَّانَ مِنْبَرًا فِي الْمَسْجِدِ يُنَافِحُ عَنْهُ بِالشِّعْرِ ثُمَّ يَقُولُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ لَيُؤَيِّدُ حَسَّانَ بِرُوحِ الْقُدُسِ يُنَافِحُ عَنْ رَسُولِهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَحَدَّثَنَا مُوسَى حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي الزِّنَادِ عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَائِشَةَ مِثْلَهُ
Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam memberi kesempatan kepada Hassan bin Tsabit tampil di mimbar untuk membela Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam dengan sya'irnya. Kemudian Nabi Shallallahu'alaihiwasallam bersabda: "Sesungguhnya Allah AzzaWaJalla menguatkan Hassan dengan Ruhul qudus (Jibril Alaihissalam) untuk membela Rasul-Nya Shallallahu'alaihiwasallam."


Tugas saudara-saudara hanyalah mengingatkan mereka dengan AlQuran, agar mereka kembali hanya menyembah kepada Allah saja. Jangan memberikan ajakan dan peringatan sambil memaksa, kalau tidak mau di peringatkan ya sudah.

KARENA SALAH SATU TUJUAN ALQURAN DITURUNKAN MEMANG UNTUK MEMPERINGATKAN ORANG-ORANG KAFIR TERSESAT YANG MENGATAKAN BAHWA TUHAN MEMILIKI ANAK, DAN JUGA MENGATAKAN BAHWA ISA ALMASIH PUTERA MARYAM ITULAH ALLAH SWT

QS 18:4

وَيُنذِرَ الَّذِينَ قَالُوا اتَّخَذَ اللَّهُ وَلَدًا [١٨:٤]
Dan untuk memperingatkan kepada orang-orang yang berkata: "Allah mengambil seorang anak".
﴿٤﴾

QS 5:72-75

لَقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ هُوَ الْمَسِيحُ ابْنُ مَرْيَمَ ۖ وَقَالَ الْمَسِيحُ يَا بَنِي إِسْرَائِيلَ اعْبُدُوا اللَّهَ رَبِّي وَرَبَّكُمْ ۖ إِنَّهُ مَن يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ ۖ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنصَارٍ [٥:٧٢]
Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: "Sesungguhnya Allah ialah Al Masih putera Maryam", padahal Al Masih (sendiri) berkata: "Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu". Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun.
﴿٧٢﴾

لَّقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ ثَالِثُ ثَلَاثَةٍ ۘ وَمَا مِنْ إِلَٰهٍ إِلَّا إِلَٰهٌ وَاحِدٌ ۚ وَإِن لَّمْ يَنتَهُوا عَمَّا يَقُولُونَ لَيَمَسَّنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ [٥:٧٣]
Sesungguhnya kafirlah orang0orang yang mengatakan: "Bahwasanya Allah salah seorang dari yang tiga", padahal sekali-kali tidak ada Tuhan selain dari Tuhan Yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu, pasti orang-orang yang kafir diantara mereka akan ditimpa siksaan yang pedih.
﴿٧٣﴾

أَفَلَا يَتُوبُونَ إِلَى اللَّهِ وَيَسْتَغْفِرُونَهُ ۚ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ [٥:٧٤]
Maka mengapa mereka tidak bertaubat kepada Allah dan memohon ampun kepada-Nya?. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
﴿٧٤﴾

مَّا الْمَسِيحُ ابْنُ مَرْيَمَ إِلَّا رَسُولٌ قَدْ خَلَتْ مِن قَبْلِهِ الرُّسُلُ وَأُمُّهُ صِدِّيقَةٌ ۖ كَانَا يَأْكُلَانِ الطَّعَامَ ۗ انظُرْ كَيْفَ نُبَيِّنُ لَهُمُ الْآيَاتِ ثُمَّ انظُرْ أَنَّىٰ يُؤْفَكُونَ [٥:٧٥]
Al Masih putera Maryam itu hanyalah seorang Rasul yang sesungguhnya telah berlalu sebelumnya beberapa rasul, dan ibunya seorang yang sangat benar, kedua-duanya biasa memakan makanan. Perhatikan bagaimana Kami menjelaskan kepada mereka (ahli kitab) tanda-tanda kekuasaan (Kami), kemudian perhatikanlah bagaimana mereka berpaling (dari memperhatikan ayat-ayat Kami itu).
﴿٧٥﴾


Tetapi bila ada hujatan ataupun hinaan terhadap Islam maupun Pribadi Nabi Muhammad saw, Tangapilah dengan Ilmu dan jawaban yang sepantasnya dan dasar yang kuat, usahakan tetap menghindari hinaan dan hujatan serta saling caci maki.

Dan tinggalkan saja manusia-manusia yang sangat melampaui batas, biarlah Allah Tuhan Semesta Alam lalu bertindak sendiri terhadap manusia yang telah diciptakannya sendiri.

QS 6:68

وَإِذَا رَأَيْتَ الَّذِينَ يَخُوضُونَ فِي آيَاتِنَا فَأَعْرِضْ عَنْهُمْ حَتَّىٰ يَخُوضُوا فِي حَدِيثٍ غَيْرِهِ ۚ وَإِمَّا يُنسِيَنَّكَ الشَّيْطَانُ فَلَا تَقْعُدْ بَعْدَ الذِّكْرَىٰ مَعَ الْقَوْمِ الظَّالِمِينَ [٦:٦٨]
Dan apabila kamu melihat orang-orang memperolok-olokkan ayat-ayat Kami, maka tinggalkanlah mereka sehingga mereka membicarakan pembicaraan yang lain. Dan jika syaitan menjadikan kamu lupa (akan larangan ini), maka janganlah kamu duduk bersama orang-orang yang zalim itu sesudah teringat (akan larangan itu).
﴿٦٨﴾

QS 74:11

ذَرْنِي وَمَنْ خَلَقْتُ وَحِيدًا [٧٤:١١]
Biarkanlah Aku bertindak terhadap orang yang Aku telah menciptakannya sendirian.
﴿١١﴾


TETAPI TETAPLAH BERDAKWA DAN MEMBERI PERINGATAN KEPADA ORANG-ORANG KAFIR, KARENA HAL INI AKAN DIMINTA PERTANGGUNG JAWABANNYA OLEH ALLAH SWT, SEHINGGA KITA KELAK BISA BERLEPAS DIRI DARI TANGGUNG JAWAB KEPADA ALLAH SWT, BILA KITA TELAH BERUSAHA MEMPERINGATKAN ORANG-ORANG KAFIR TERSEBUT

QS 7:164

وَإِذْ قَالَتْ أُمَّةٌ مِّنْهُمْ لِمَ تَعِظُونَ قَوْمًا ۙ اللَّهُ مُهْلِكُهُمْ أَوْ مُعَذِّبُهُمْ عَذَابًا شَدِيدًا ۖ قَالُوا مَعْذِرَةً إِلَىٰ رَبِّكُمْ وَلَعَلَّهُمْ يَتَّقُونَ [٧:١٦٤]
Dan (ingatlah) ketika suatu umat di antara mereka berkata: "Mengapa kamu menasehati kaum yang Allah akan membinasakan mereka atau mengazab mereka dengan azab yang amat keras?" Mereka menjawab: "Agar kami mempunyai alasan (pelepas tanggung jawab) kepada Tuhanmu, dan supaya mereka bertakwa.
﴿١٦٤﴾


DAN CEGAHLAH MEREKA DENGAN SEKUAT TENAGA, AGAR MEREKA TIDAK MENYESATKAN ORANG BANYAK, CUKUPLAH KESESATAN BAGI MEREKA SENDIRI YANG MEMANG ZALIM

QS 3:69

وَدَّت طَّائِفَةٌ مِّنْ أَهْلِ الْكِتَابِ لَوْ يُضِلُّونَكُمْ وَمَا يُضِلُّونَ إِلَّا أَنفُسَهُمْ وَمَا يَشْعُرُونَ [٣:٦٩]
Segolongan dari Ahli Kitab ingin menyesatkan kamu, padahal mereka (sebenarnya) tidak menyesatkan melainkan dirinya sendiri, dan mereka tidak menyadarinya.
﴿٦٩﴾

QS 2:120

وَلَن تَرْضَىٰ عَنكَ الْيَهُودُ وَلَا النَّصَارَىٰ حَتَّىٰ تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ ۗ قُلْ إِنَّ هُدَى اللَّهِ هُوَ الْهُدَىٰ ۗ وَلَئِنِ اتَّبَعْتَ أَهْوَاءَهُم بَعْدَ الَّذِي جَاءَكَ مِنَ الْعِلْمِ ۙ مَا لَكَ مِنَ اللَّهِ مِن وَلِيٍّ وَلَا نَصِيرٍ [٢:١٢٠]
Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: "Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)". Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.
﴿١٢٠﴾

MAHA BENAR ALLAH DENGAN SEGALA FIRMAN NYA


SAUDARAKU UMAT ISLAM, JANGANLAH MEMBALAS HUJATAN DAN HINAAN ATAU PENYEBUTAN YANG TIDAK BAIK KEPADA UMAT LAIN, APALAGI TERHADAP TUHAN SESEMBAHAN MEREKA


Bila kita membalas hujatan dan hinaan, hal itu akan menyakiti dan melukai perasaan mereka. Maka kita akan menutup pintu hidayah bagi mereka. Dan saudara sesungguhnya telah gagal di dalam berdakwa, hanya sekedar kepuasan diri sendiri saja....

Bila suatu saat bila akal mereka lalu menyadarinya, tetapi karena rasa dendam dan sakit hatinya maka mereka lalu enggan untuk menerimanya.....

Makanya tetaplah berdakwa ataupun berdiskusi dg cara yang baik, jangan balas hujatan dengan hujatan. Atau kalau belum bisa begitu sebaiknya jangan berdebat....

Kalau mereka menghujat dan menghina dengan kasar, sesungguhnya mereka bahkan membuat syiar yang buruk bagi agama nya sendiri, bahkan lalu tidak mendapat simpati dari orang-orang yang berakal sehat. Jadi biarkan saja, atau balaslah dengan yang setimpal tetapi dengan cara yang tetap baik.....atau tinggalkan saja.

QS 25:63-64

وَعِبَادُ الرَّحْمَٰنِ الَّذِينَ يَمْشُونَ عَلَى الْأَرْضِ هَوْنًا وَإِذَا خَاطَبَهُمُ الْجَاهِلُونَ قَالُوا سَلَامًا [٢٥:٦٣]
Dan hamba-hamba Tuhan yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata (yang mengandung) keselamatan.
﴿٦٣﴾

وَالَّذِينَ يَبِيتُونَ لِرَبِّهِمْ سُجَّدًا وَقِيَامًا [٢٥:٦٤]
Dan orang yang melalui malam hari dengan bersujud dan berdiri untuk Tuhan mereka.
﴿٦٤﴾

MAHA BENAR ALLAH DENGAN SEGALA FIRMAN NYA
Baca Selengkapnya...

SAUDARAKU UMAT ISLAM, JANGANLAH MEMBALAS HUJATAN DAN HINAAN ATAU PENYEBUTAN YANG TIDAK BAIK KEPADA UMAT LAIN, APALAGI TERHADAP TUHAN SESEMBAHAN MEREKA

Bila kita membalas hujatan dan hinaan, hal itu akan menyakiti dan melukai perasaan mereka. Maka kita akan menutup pintu hidayah bagi mereka. Dan saudara sesungguhnya telah gagal di dalam berdakwa, hanya sekedar kepuasan diri sendiri saja.... Bila suatu saat bila akal mereka lalu menyadarinya, tetapi karena rasa dendam dan sakit hatinya maka mereka lalu enggan untuk menerimanya..... Makanya tetaplah berdakwa ataupun berdiskusi dg cara yang baik, jangan balas hujatan dengan hujatan. Atau kalau belum bisa begitu sebaiknya jangan berdebat.... ===== Kalau mereka menghujat dan menghina dengan kasar, sesungguhnya mereka bahkan membuat syiar yang buruk bagi agama nya sendiri, bahkan lalu tidak mendapat simpati dari orang-orang yang berakal sehat. Jadi biarkan saja, atau balaslah dengan yang setimpal tetapi dengan cara yang tetap baik.....atau tinggalkan saja. QS 25:63-64 وَعِبَادُ الرَّحْمَٰنِ الَّذِينَ يَمْشُونَ عَلَى الْأَرْضِ هَوْنًا وَإِذَا خَاطَبَهُمُ الْجَاهِلُونَ قَالُوا سَلَامًا [٢٥:٦٣] Dan hamba-hamba Tuhan yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata (yang mengandung) keselamatan. ﴿٦٣﴾ وَالَّذِينَ يَبِيتُونَ لِرَبِّهِمْ سُجَّدًا وَقِيَامًا [٢٥:٦٤] Dan orang yang melalui malam hari dengan bersujud dan berdiri untuk Tuhan mereka. ﴿٦٤﴾ MAHA BENAR ALLAH DENGAN SEGALA FIRMAN NYA =====
Baca Selengkapnya...

Saturday, April 6, 2013

MENJADI KRISTEN ADALAH UJIAN, MENJADI ISLAM ADALAH UJIAN JUGA DARI ALLAH


Janganlah umat Islam terlalu menghina dan memandang rendah umat Kristen, karena sesungguhnya anda menjadi Islam karena Anugerah dan rahmat dari Allah, atau mungkin hidayah dari Allah bagi para muallaf. Seandainya saja anda semua dahulu tidak dirahmati oleh Allah, boleh jadi anda ditakdirkan terlahir dari keluarga Kristen sehingga bahkan mungkin saat ini anda sekalian menjadi kristen yang bahkan mungkin lebih kristen dari lawan berdebat anda.


Menjadi Kristen, itu juga ujian dari Allah, Menjadi Islam pun juga ujian dari Allah....ada hukumnya....bila anda lalu sadar dan meninggalkan Kristen, itu baru lulus ujian yang pertama.


Sewaktu beragama Kristen itupun cobaan dari Allah, apakah bisa dia menggunakan akal dan kalbunya, bila lalu menjadi Mualaf dan meninggalkan kristen, berarti lulus. Sekarang cobaan kedua yang tidak kalah pentingnya, cobaan menjadi Orang Islam dan apalagi menjadi Ulama Islam, ini bahkan menjadi cobaan yang lebih besar lagi. Bisa saja menjadi tidak lulus, lalu sombong dan sebagainya…


SEHINGGA BAIK MENJADI KRISTEN MAUPUN ISLAM HAL TERSEBUT ADALAH UJIAN


Bila kristen petanda lulus ujiannya adalah lalu mualaf dan memeluk agama Islam, semenatara bila Islam petanda kelulusannya adalah tetap bertakwa dan menjalankan seluruh perintah Allah dan meningglalkan larangan-larangan Nya, dengan tetap rendah hati dan tidak sombong


Khutbah nabi Muhammad saw selengkapnya, sebagai berikut

مسند أحمد ١٠٧١٦: حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ وَعَفَّانُ قَالَا حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ قَالَ أَخْبَرَنَا عَلِيُّ بْنُ زَيْدٍ عَنْ أَبِي نَضْرَةَ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ قَالَخَطَبَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خُطْبَةً بَعْدَ الْعَصْرِ إِلَى مُغَيْرِبَانِ الشَّمْسِ حَفِظَهَا مِنَّا مَنْ حَفِظَهَا وَنَسِيَهَا مِنَّا مَنْ نَسِيَهَا فَحَمِدَ اللَّهَ قَالَ عَفَّانُ وَقَالَ حَمَّادٌ وَأَكْثَرُ حِفْظِي أَنَّهُ قَالَ بِمَا هُوَ كَائِنٌ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ فَحَمِدَ اللَّهَ وَأَثْنَى عَلَيْهِ ثُمَّ قَالَ أَمَّا بَعْدُ فَإِنَّ الدُّنْيَا خَضِرَةٌ حُلْوَةٌ وَإِنَّ اللَّهَ مُسْتَخْلِفُكُمْ فِيهَا فَنَاظِرٌ كَيْفَ تَعْمَلُونَ أَلَا فَاتَّقُوا الدُّنْيَا وَاتَّقُوا النِّسَاءَ أَلَا إِنَّ بَنِي آدَمَ خُلِقُوا عَلَى طَبَقَاتٍ شَتَّى مِنْهُمْ مَنْ يُولَدُ مُؤْمِنًا وَيَحْيَا مُؤْمِنًا وَيَمُوتُ مُؤْمِنًا وَمِنْهُمْ مَنْ يُولَدُ كَافِرًا وَيَحْيَا كَافِرًا وَيَمُوتُ كَافِرًا وَمِنْهُمْ مَنْ يُولَدُ مُؤْمِنًا وَيَحْيَا مُؤْمِنًا وَيَمُوتُ كَافِرًا وَمِنْهُمْ مَنْ يُولَدُ كَافِرًا وَيَحْيَا كَافِرًا وَيَمُوتُ مُؤْمِنًا أَلَا إِنَّ الْغَضَبَ جَمْرَةٌ تُوقَدُ فِي جَوْفِ ابْنِ آدَمَ أَلَا تَرَوْنَ إِلَى حُمْرَةِ عَيْنَيْهِ وَانْتِفَاخِ أَوْدَاجِهِ فَإِذَا وَجَدَ أَحَدُكُمْ شَيْئًا مِنْ ذَلِكَ فَالْأَرْضَ الْأَرْضَ أَلَا إِنَّ خَيْرَ الرِّجَالِ مَنْ كَانَ بَطِيءَ الْغَضَبِ سَرِيعَ الرِّضَا وَشَرَّ الرِّجَالِ مَنْ كَانَ سَرِيعَ الْغَضَبِ بَطِيءَ الرِّضَا فَإِذَا كَانَ الرَّجُلُ بَطِيءَ الْغَضَبِ بَطِيءَ الْفَيْءِ وَسَرِيعَ الْغَضَبِ وَسَرِيعَ الْفَيْءِ فَإِنَّهَا بِهَا أَلَا إِنَّ خَيْرَ التُّجَّارِ مَنْ كَانَ حَسَنَ الْقَضَاءِ حَسَنَ الطَّلَبِ وَشَرَّ التُّجَّارِ مَنْ كَانَ سَيِّئَ الْقَضَاءِ سَيِّئَ الطَّلَبِ فَإِذَا كَانَ الرَّجُلُ حَسَنَ الْقَضَاءِ سَيِّئَ الطَّلَبِ أَوْ كَانَ سَيِّئَ الْقَضَاءِ حَسَنَ الطَّلَبِ فَإِنَّهَا بِهَا أَلَا إِنَّ لِكُلِّ غَادِرٍ لِوَاءً يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِقَدْرِ غَدْرَتِهِ أَلَا وَأَكْبَرُ الْغَدْرِ غَدْرُ أَمِيرِ عَامَّةٍ أَلَا لَا يَمْنَعَنَّ رَجُلًا مَهَابَةُ النَّاسِ أَنْ يَتَكَلَّمَ بِالْحَقِّ إِذَا عَلِمَهُ أَلَا إِنَّ أَفْضَلَ الْجِهَادِ كَلِمَةُ حَقٍّ عِنْدَ سُلْطَانٍ جَائِرٍ فَلَمَّا كَانَ عِنْدَ مُغَيْرِبَانِ الشَّمْسِ قَالَ أَلَا إِنَّ مِثْلَ مَا بَقِيَ مِنْ الدُّنْيَا فِيمَا مَضَى مِنْهَا مِثْلُ مَا بَقِيَ مِنْ يَوْمِكُمْ هَذَا فِيمَا مَضَى مِنْهُ

Musnad Ahmad 10716:

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berkhutbah kepada kami setelah shalat ashar sampai matahari tenggelam, beliau memuji Allah kemudian bersabda: "amma ba'du; 

sungguh dunia itu hijau dan manis, dan sesungguhnya Allah menjadikan kalian khalifah, lalu Dia akan melihat apa yang kalian kerjakan.
Ketahuilah, takutlah kalian terhadap dunia dan para wanita, ketahuilah bahwa anak turunan Adam diciptakan dengan tingkatan yang bermacam-macam, di antara mereka ada yang dilahirkan dalam keadaan beriman, hidup dengan keimanan dan mati dalam keadaan beriman.
Di antara mereka ada yang dilahirkan dalam keadaan kafir, hidup dengan kekafiran dan mati dalam keadaan kafir. 

Di antara mereka ada yang dilahirkan dalam keimanan, hidup dengan keimanan, tetapi ia mati dalam keadaan kafir. Dan di antara mereka ada yang dilahirkan dalam kafir, hidup dengan kekafiran, tetapi mati dalam keadaan Islam.

Ketahuilah, kemarahan itu adalah bara api yang dinyalakan di rongga anak Adam, tbukankah kalian dapat melihat pada merah matanya dan timbulnya urat leher, maka jika salah seorang dari kalian mengalami hal itu, hendaklah ke bumi dan ke bumi (duduk).

Ketahuilah, sesungguhnya sebaik-baik seorang lelaki adalah yang lambat marahnya tetapi mudah ridlanya, dan seburuk-buruk laki-laki adalah yang cepat marah dan lambat ridlanya.

Apabila seorang lelaki lambat untuk marah dan lambat pula redanya, dan laki-laki yang cepat marah dan cepat redanya maka itulah dia (bukan yang paling baik atau paling buruk).

Dan sebaik-baik pedagang adalah yang santun dalam membayar hutang dan santun dalam menagih hutang, dan seburuk-buruk pedagang adalah yang buruk dalam membayar hutang dan buruk dalam menagih hutang.

Jika seorang lelaki santun dalam membayar hutang dan buruk dalam menagih hutang, atau buruk dalam membayar hutang dan santun dalam menagih hutang maka itulah dia (bukan yang terbaik dan bukan yang berburuk).

Ketahuilah bahwa setiap pengkhianat akan membawa bendera pada hari kiamat sesuai dengan kadar pengkhianatannya, dan pengkhianatan yang paling besar adalah pengkhianatan seorang pemimpin.

Ketahuilah, Jangan sampai seorang lelaki terhalang untuk menyampaikan kebenaran yang ia ketahui karena takut kepada manusia.

Ketahuilah bahwa sebaik-baik jihad adalah perkataan yang haq pada pemimpin yang lalim."

Ketika matahari akan tenggelam beliau bersabda: "Ketahuilah, sesungguhnya permisalan sisa waktu dunia dengan waktu yang telah berlalu adalah seperti sisa hari kalian ini dengan waktu yang telah berlalu darinya."
==========
INTI DARI KUTBAH NABI DIATAS YANG SEDANG SAYA BERI PENEKANAN ADALAH POIN-POIN BERIKUT INI. SEBAGAI PERHATIAN AGAR UMAT ISLAM TIDAK LENGAH, SUDAH MENJADI ISLAM KARENA TIDAK BERHATI-HATI LALU KELAK MATI DALAM KEADAAN KAFIR....

Di antara mereka ada yang dilahirkan dalam keadaan kafir, hidup dengan kekafiran dan mati dalam keadaan kafir.

Di antara mereka ada yang dilahirkan dalam keimanan, hidup dengan keimanan, tetapi ia mati dalam keadaan kafir.

Dan di antara mereka ada yang dilahirkan dalam kafir, hidup dengan kekafiran, tetapi mati dalam keadaan Islam.

Catatan :

JANGAN TERLALU BANYAK BERDEBAT, BILA HAL TERSEBUT MALAHAN MEMBUAT SAUDARA-SAUDARA SERING MELUPAKAN UNTUK MENGINGAT ALLAH DAN BERIBADAH KEPADA NYA

Berdebat dan diskusi boleh-boleh saja, dengan tujuan yang baik dan mulia, memcoba memberi peringatan agar manusia kembali hanya menyembah kepada Allah. Tetapi haruslah diwaspadai, banyak member kristen yang saya amati memiliki misi bahkan lebih berbahaya, apapunh hasilnya mereka sengaja mengajak berdebat sepanjang hari dan sepanjang waktu, dengan merangsang emosi dsb, sehingga melupakan umat Islam untuk belajar agamanya sendiri, bahkan melupakan Ibadah kepada Allah. Sehingga sebenarnya bukanlah tambah baik bahkan tambah buruk di dalampandangan saya.

Intinya, begini (ini pemikiran saya), bila saudara-saudara umat Islam, setelah berdiskusi dan berdebat dengan umat agama lain, lalu semakin tekun beribadah , bahkan lebih khusuk, itu artinya sudah benar cara berdiskusinya. Tetapi bila karena banyak berdebat dan berdiskusi yang seharusnya di malam hari dia dapat melaksanakan ibadah tambahan kepada Allah, malahan tidak dikerjakan, lantaran asyik berdebat, apalagi balas membalas hujatan, maka saran saya tinggalkan saja dunia debat. Karena saudara masih kanak-kanak di dalam beragama.
KARENA TUJUAN KRISTEN ADALAH MENJAUHKAN UMAT ISLAM DARI MEMPELAJARI AGAMANYA SENDIRI, DAN MENJAUHKAN UMAT ISLAM DARI MENGINGAT ALLAH,DAN BERIBADAH KEPADA NYA.

QS 190:99

وَلَوْ شَاءَ رَبُّكَ لَآمَنَ مَن فِي الْأَرْضِ كُلُّهُمْ جَمِيعًا ۚ أَفَأَنتَ تُكْرِهُ النَّاسَ حَتَّىٰ يَكُونُوا مُؤْمِنِينَ [١٠:٩٩] 

[yusufali] If it had been thy Lord's will, they would all have believed,- all who are on earth! wilt thou then compel mankind, against their will, to believe!

[id.indonesian] Dan jikalau Tuhanmu menghendaki, tentulah beriman semua orang yang di muka bumi seluruhnya. Maka apakah kamu (hendak) memaksa manusia supaya mereka menjadi orang-orang yang beriman semuanya?

﴿٩٩﴾

MAHA BENAR ALLAH DENGAN SEGALA FIRMAN NYA...
Baca Selengkapnya...

Sunday, March 17, 2013

Politik Islam

Ditulis Oleh: Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin -rahimahullah-   

Politik Islam
As-Siyasah (Politik Islam)
Dinul Islam adalah agama yang sempurna. Tidak ada satu pun permasalahan kecuali telah dijelaskan di dalam al Qur'an dan hadits. Baik permasalahan yang besar maupun yang kecil. Semuanya telah dikemukakan secara terperinci dan disajikan dengan bahasa yang mudah. Tidak ketinggalan pembahasan tentang politik syar'I, sudah dikemukakan oleh Allah di dalam al Qur'an dan hadits-hadits Rosululloh Sholallahu Alaihi Wassalam , kemudian dikumpulkan oleh para Ulama dalam satu kitab khusus yang membahas secara gamblang dan jelas bagaimana politik yang benar menurut syariat Islam.
 Begitu banyak kitab yang membahas tentang politik Islam (Siyasah Syar'iyah), baik ulama zaman dahulu maupun zaman sekarang. Di antara kitab yang membahas seputar Siyasah Syar'iyah adalah kitab As siyasah as syar'iyah.
Kitab ini ditulis oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah -rahimahullah-  beliau beri judul as-Siyasah as-Syar'iyah. dijelaskan dari kitab beliau yang dilakukan oleh ahli Fiqh abad ini, Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin -rahimahullah- .

Syaikh Abul 'Abbas Ibnu Taimiyyah -rahimahullah- menulis kitabnya "as-siyasah asy-Syar'yyah fii Ishlaahir Raa'i war Ra'iyyah" karena diminta oleh Gubemur Qais al-Manshuri ketika beliau mendatangi Ghuzzah. Gubernur tersebut ingin mengetahui beberapa hal dalam kebijakan terhadap rakyat dan apa saja yang pantas ditempuh oleh seorang penguasa bersama rakyatnya. Kitab ini ditulis oleh beliau hanya dalam satu malam, yaitu malam hingga Shubuh.
   Semua kitab karya al-Imam Abul 'Abbas Ibnu Taimiyyah -rahimahullah- menjadi fokus perhatian para ahlul ilmi. Di antaranya adalah kitab ini. Selain perhatian dari para ulama, kitab Syaikhul Islam juga menjadi rujukan dan dipelajari oleh para peneliti . Mereka banyak mengambil manfaat dari tahapan-tahapan jukju dalam menulis. Seperti yang dilakukan oleh al-'Allamah Muhammad bin Muhammad bin 'Abdil Karim al-Mushili (wafat th. 774 H),belian menulis kitab yang berjudul Husnus Suluuk al-hafidz Daulatil Muluuk." Sebagian ulama 'ajam (selain Arab) terdahulu telah menerjemahkannya, bahkan telah diterjemahkan oleh beberapa orientalis barat. Di antara orang yang memberikan perhatian, studi, dan penerjemahan adalah orientalis Perancis, Henri Louis.Adapun (perhatian) umara (pemimpin), sebab penulisannya dikarenakan Gubemur al-Manshuri, sebagaimana yang telah dijelaskan.
    Di antara para penguasa yang mernberikan perhatian terhadap kitab ini adalah raja-raja di Kerajaan Saudi Arabia, di antaranya al-Imam Turki bin 'Abdillah Ibnu Muhammad bin Su'ud (wafat th. 1429 H), semoga Allah Ta'aia merahmatinya.
Demikian pula puteranya, yaitu al-Imam Faishal bin Turki . 'Utsman bin Bisyr berkata, "Aku pernah ikut belajar di rumah beliau setelah 'Ashar. Pelajaran ini diberikan setiap harinya. Tidaklah ada yang berbeda pendapat darinya tentang mata-mata perang selain ahlul ilmi. Yang mengajarkan kitab ini adalah 'Abdurrahman bin Hasan. Sementara yang membacakannya adalah putera pamannya, 'Abdullah bin Hasan bin Husain."
Ini adalah salah satu bukti yang menunjukkan bahwa kitab as-Siyaasah asy-Syar'iyyah  fii Ishalahir Raa'i war Ra'iyyah mendapat tempat di kalangan ulama dan penguasa. Bahkan Syaikh Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin -rahimahullah-  telah menekankan faedah dan urgensi kitab ini untuk setiap pemegang tanggung jawab.
    Siapa saja yang mencermati kitab Abul 'Abbas Ibnu Taimiyyah -rahimahullah-  ini walaupun ukurannya lebih kecil daripada kitab beliau lainnya-akan menemukan bahwa kitab ini telah menghimpun semua permasalahan politik dalam Islam. Kitab ini membahas tentang kekuasaan, harta-benda. hukuman, jihad dan selainnya. Begitu pula tujuan yang hendak dicapai dalam politik islam, baik secara umum maupun khusus.
    Pembahasan dalam kitab ini begitu jelas dan memukau, sehingga siapa saja yang pernah membaca kita ini akan merasa kagum dan semakin bangga dengan agama Islam yang dianutnya. Bagaimana tidak, kolaborasi antara dua Syaikh yang memaparkan kepada pembaca bagaimana sebenarnya as-Siyasah as-Syar'iyah dengan begitu jelas dan tuntas berdasarkan wahyu Ilahi yang terdapat di dalam al-Qur'an dan hadits-hadits Rosululloh Sholallahu Alaihi Wassalam .
Kitab ini terdiri dari dua bagian. Bagian pertama kitab ini terdiri dari dua Bab. Bab pertama mengulas tentang kekuasaan, yakni seputar siapa yang layak diberikan amanah berupa jabatan dan bagaimana mengetahui siapa yang layak untuk memangku jabatan.
    Pada Bab kedua diulas pembahasan tentang harta benda yang menjadi milik pemerintah dan bagaimana syariat Islam mengatur tata cara pembagian harta benda tersebut.
Adapun bagian kedua dari kitab ini juga dibagi dalam dua Bab. Pada bab pertama dikemukakan tentang hukum dan hak-hak Alloh Azza wa Jalla . Sedangkan pada bab kedua diulas seputar sanksi dan hak bagi orang-orang tertentu.
Baca Selengkapnya...
Free Music Online
Free Music Online

free music at divine-music.info
 
;